[jtabs theme="cupertino" size="xxsmall"]
Detail ::
[jtab/]
Review ::
— Resensi Buku (Indonesia) —
Berbeda dengan buku pertamanya Trilogi Bartimaeus #1: Amulet Samarkand yang lucu dan menarik, atau buku keduanya Trilogi Bartimaeus #2: Mata Golem – The Golem’s Eye yang penuh intrik tapi agak membosankan. Buku ketiga dari Trilogi Bartimaeus karya Jonathan Straud yang berjudul Gerbang Ptolemy atau Ptolemy’s Gate ini menurut saya lebih cenderung bertendensi serius dan lebih ke arah thriller yang menegangkan dibanding cerita-cerita sebelumnya.
Buku ini bercerita tentang Bartimaeus yang dua ribu tahun lalu berada di puncak kejayaannya, tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya Nathaniel dengan rentang waktu yang cukup lama tanpa sempat kembali ke dunianya, sehingga hal ini membuat energi Bartimaeus memudar dengan cepat (dicerita ini disebutkan bahwa mahluk halus seperti Bartimaeus apabila berada di bumi dalam jangka waktu yang lama tanpa mengkonsumsi energi lain, energinya akan memudar dan lama-lama mati).
Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones (dari group Resistance) yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudahi konflik berkepanjangan antara jin dan manusia. Berbeda dengan keyakinannya untuk menentang sihir, mau tak mau Kitty perlahan-lahan mulai mempelajarinya. Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.
Di buku ketiga inilah akhirnya terungkap hubungan antara Kitty dan Nathaniel maupun Kitty dan Bartimaeus. Jonathan mengungkapkan juga hubungan antara Bartimaeus dengan Ptolemy yang sering muncul dalam dua buku sebelumnya. Apa yang menyebabkan seorang Bartimaeus yang perkasa sangat menyayangi bahkan cenderung memuja seorang Ptolemi yang masih kecil.
Penuntas cerita dari Bartimaeus trilogy yang mengasyikan. Diakhiri dengan sangat menarik dan luar biasa. Ketegangan yang ditimbulkan dan perkembangan tiap-tiap karakter dan penggabungan gaya bercerita yang tetap membuat kita teringat akan buku pertama dan buku kedua.
Suatu klimaks yang tidak terduga dan begitu menggetarkan, yang diselingi dengan ajaran-ajaran psikologis dan moral yang kompleks yang membuat buku ini lebih dari sekedar buku fiksi tentang dunia sihir biasa dan berbeda dari buku-buku sejenis yang beredar di pasaran.
Kemampuan Jonathan Stroud dalam menjalin berbagai plot cerita dari buku pertama hingga buku ketiga ini betul-betul luar biasa. Membuat saya pribadi sangat menyayangkan kalau buku ini hanya dibuat 3 seri. Tapi mudah-mudahan hal ini dapat terobati apabila nanti film tentang trilogi Bartimaeus ini jadi digarap dan ditayangkan.
via BukuKita
— Book Review (English) —
Unlike the first book Bartimaeus Trilogy # 1: The Amulet of Samarkand is funny and interesting, or book both Bartimaeus Trilogy # 2: Eye Golem – The Golem’s Eye is intriguing but a bit boring. The third book of the Bartimaeus Trilogy by Jonathan Straud entitled or Ptolemy’s Gate Ptolemy’s Gate is in my opinion more serious and more likely to tend toward a suspenseful thriller than previous stories.
This book tells the story of Bartimaeus is two thousand years ago at the height of its power, invincible in battle and make friends with the master magician, Ptolemy. Now, because he was trapped on Earth and are treated arbitrarily by the master Nathaniel with a long enough period of time without a chance to return to his world, so this makes the energy fades quickly Bartimaeus (recounted it mentioned that the spirits like Bartimaeus when on earth within of time without consuming energy, the energy will fade and eventually die).
Meanwhile, in the underworld of London, Kitty Jones (of the Resistance group) that fugitive secretly conducting research on witchcraft and demons. He had a plan he hoped would settle the ongoing conflict between djinn and humans. Unlike the conviction to oppose magic, inevitably Kitty slowly began to learn it. Nathaniel, Kitty, and Bartimaeus must dismantle gruesome conspiracy and faces the most dangerous threat in the history of witchcraft.
In the third book is finally revealed the relationship between Kitty and Nathaniel and Kitty and Bartimaeus. Jonathan reveals also the relationship between Bartimaeus with Ptolemy who often appeared in two previous books. What causes a mighty Bartimaeus cherish even tend to worship a young Ptolemy.
Penuntas story of Bartimaeus trilogy exciting. Ends with a very interesting and remarkable. Tensions arising and development of each character and the incorporation of storytelling keep us reminded of the first book and second book.
A climax is unexpected and so thrilling, interspersed with the teachings of the complex psychological and moral that make this book more than just a fiction book about the wizarding world is different from the ordinary and similar books on the market.
Jonathan Stroud ability in establishing various plot of the first book until the third book is truly remarkable. Make me personally regret very much that this book only made 3 series. But hopefully this can be remedied if the later films about the Bartimaeus trilogy is to be worked out and aired.
powered by Google Translate
[jtab/]
Read Online ::
Click the button below:
powered by Google Books
[/jtabs]
[jbutton color="orange" size="normal" link="http://www.indowebster.com/Gerbang_Ptolemy.html" newpage="yes"]Download[/jbutton]
[jbutton color="green" size="normal" link="http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Fantasi/55388-Trilogi-Bartimaeus--3:-Gerbang-Ptolemy---Ptolemys-Gate.html" newpage="yes"]Buy This Book[/jbutton]




