The Bartimaeus Trilogy Book 3 – Ptolemy’s Gate by Jonathan Stroud

The Bartimaeus Trilogy Book 3 – Ptolemys Gate by Jonathan Stroud The Bartimaeus Trilogy Book 3 – Ptolemys Gate by Jonathan Stroud

[jtabs theme="cupertino" size="xxsmall"]
Detail ::

  • Title: The Bartimaeus Trilogy Book 3 – Ptolemy’s Gate
  • No. ISBN: 9792229647
  • Author: Jonathan Stroud
  • Publisher: Gramedia Pustaka Utama
  • Year Published: 2007
  • Category: Novel
  • Language: Indonesian
  • [jtab/]

    Review ::
    — Resensi Buku (Indonesia) —
    Berbeda dengan buku pertamanya Trilogi Bartimaeus #1: Amulet Samarkand yang lucu dan menarik, atau buku keduanya Trilogi Bartimaeus #2: Mata Golem – The Golem’s Eye yang penuh intrik tapi agak membosankan. Buku ketiga dari Trilogi Bartimaeus karya Jonathan Straud yang berjudul Gerbang Ptolemy atau Ptolemy’s Gate ini menurut saya lebih cenderung bertendensi serius dan lebih ke arah thriller yang menegangkan dibanding cerita-cerita sebelumnya.

    Buku ini bercerita tentang Bartimaeus yang dua ribu tahun lalu berada di puncak kejayaannya, tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya Nathaniel dengan rentang waktu yang cukup lama tanpa sempat kembali ke dunianya, sehingga hal ini membuat energi Bartimaeus memudar dengan cepat (dicerita ini disebutkan bahwa mahluk halus seperti Bartimaeus apabila berada di bumi dalam jangka waktu yang lama tanpa mengkonsumsi energi lain, energinya akan memudar dan lama-lama mati).

    Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones (dari group Resistance) yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudahi konflik berkepanjangan antara jin dan manusia. Berbeda dengan keyakinannya untuk menentang sihir, mau tak mau Kitty perlahan-lahan mulai mempelajarinya. Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.

    Di buku ketiga inilah akhirnya terungkap hubungan antara Kitty dan Nathaniel maupun Kitty dan Bartimaeus. Jonathan mengungkapkan juga hubungan antara Bartimaeus dengan Ptolemy yang sering muncul dalam dua buku sebelumnya. Apa yang menyebabkan seorang Bartimaeus yang perkasa sangat menyayangi bahkan cenderung memuja seorang Ptolemi yang masih kecil.

    Penuntas cerita dari Bartimaeus trilogy yang mengasyikan. Diakhiri dengan sangat menarik dan luar biasa. Ketegangan yang ditimbulkan dan perkembangan tiap-tiap karakter dan penggabungan gaya bercerita yang tetap membuat kita teringat akan buku pertama dan buku kedua.

    Suatu klimaks yang tidak terduga dan begitu menggetarkan, yang diselingi dengan ajaran-ajaran psikologis dan moral yang kompleks yang membuat buku ini lebih dari sekedar buku fiksi tentang dunia sihir biasa dan berbeda dari buku-buku sejenis yang beredar di pasaran.

    Kemampuan Jonathan Stroud dalam menjalin berbagai plot cerita dari buku pertama hingga buku ketiga ini betul-betul luar biasa. Membuat saya pribadi sangat menyayangkan kalau buku ini hanya dibuat 3 seri. Tapi mudah-mudahan hal ini dapat terobati apabila nanti film tentang trilogi Bartimaeus ini jadi digarap dan ditayangkan.
    via BukuKita

    — Book Review (English) —
    Unlike the first book Bartimaeus Trilogy # 1: The Amulet of Samarkand is funny and interesting, or book both Bartimaeus Trilogy # 2: Eye Golem – The Golem’s Eye is intriguing but a bit boring. The third book of the Bartimaeus Trilogy by Jonathan Straud entitled or Ptolemy’s Gate Ptolemy’s Gate is in my opinion more serious and more likely to tend toward a suspenseful thriller than previous stories.

    This book tells the story of Bartimaeus is two thousand years ago at the height of its power, invincible in battle and make friends with the master magician, Ptolemy. Now, because he was trapped on Earth and are treated arbitrarily by the master Nathaniel with a long enough period of time without a chance to return to his world, so this makes the energy fades quickly Bartimaeus (recounted it mentioned that the spirits like Bartimaeus when on earth within of time without consuming energy, the energy will fade and eventually die).

    Meanwhile, in the underworld of London, Kitty Jones (of the Resistance group) that fugitive secretly conducting research on witchcraft and demons. He had a plan he hoped would settle the ongoing conflict between djinn and humans. Unlike the conviction to oppose magic, inevitably Kitty slowly began to learn it. Nathaniel, Kitty, and Bartimaeus must dismantle gruesome conspiracy and faces the most dangerous threat in the history of witchcraft.

    In the third book is finally revealed the relationship between Kitty and Nathaniel and Kitty and Bartimaeus. Jonathan reveals also the relationship between Bartimaeus with Ptolemy who often appeared in two previous books. What causes a mighty Bartimaeus cherish even tend to worship a young Ptolemy.

    Penuntas story of Bartimaeus trilogy exciting. Ends with a very interesting and remarkable. Tensions arising and development of each character and the incorporation of storytelling keep us reminded of the first book and second book.

    A climax is unexpected and so thrilling, interspersed with the teachings of the complex psychological and moral that make this book more than just a fiction book about the wizarding world is different from the ordinary and similar books on the market.

    Jonathan Stroud ability in establishing various plot of the first book until the third book is truly remarkable. Make me personally regret very much that this book only made 3 series. But hopefully this can be remedied if the later films about the Bartimaeus trilogy is to be worked out and aired.
    powered by Google Translate
    [jtab/]

    Read Online ::
    Click the button below:

    powered by Google Books
    [/jtabs]

    [jbutton color="orange" size="normal" link="http://www.indowebster.com/Gerbang_Ptolemy.html" newpage="yes"]Download[/jbutton]

    [jbutton color="green" size="normal" link="http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Fantasi/55388-Trilogi-Bartimaeus--3:-Gerbang-Ptolemy---Ptolemys-Gate.html" newpage="yes"]Buy This Book[/jbutton]

    The Bartimaeus Trilogy Book 1 – The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud

    The Bartimaeus Trilogy Book 1 – The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud The Bartimaeus Trilogy Book 1 – The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud

    [jtabs theme="cupertino" size="xxsmall"]
    Detail ::

  • Title: The Bartimaeus Trilogy Book 1 – The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud
  • No. ISBN: 9792226419
  • Author: Jonathan Stroud
  • Publisher: Gramedia Pustaka Utama
  • Year Published: 2007
  • Category: Novel
  • Language: Indonesian
  • [jtab/]

    Review ::
    — Resensi Buku (Indonesia) —
    Nathaniel harus melupakan orangtua dan jati dirinya ketika menjadi
    murid penyihir bernama Arthur Underwood. Ia memperoleh kasih sayang
    menentramkan dari istri sang master dan guru seninya, tetapi merasa
    kecewa terhadap sikap dingin Arthur akibat keterpaksaan dan kewajiban
    mendidik. Nathaniel mencoba mengembangkan kemampuan sihirnya sendiri
    dan melakukan berbagai hal sebelum waktunya, semata karena benci
    dipandang rendah.

    Pesona kisah fantasi bersetting Inggris ini terletak utamanya pada
    karakter Bartimaeus dari Uruk, jin yang dipanggil Nathaniel untuk
    mencuri Amulet Samarkand dari kediaman penyihir hebat Simon Lovelace.
    Selera humornya yang pahit dari bab ke bab, menjadikan novel
    yang lumayan tebal ini seru dan sulit dilepaskan. Bartimaeus menolak
    diposisikan sebagai budak, terlebih setelah mengetahui titik lemah
    Nathaniel. Ia dapat mencengkeram balik master ciliknya kapan saja,
    kendati harus hancur bersama-sama. Salut setinggi-tingginya kepada
    penerjemah yang mengalihbahasakan dengan luwes, menghasilkan karakter
    yang begitu hidup dan menghibur

    Jonathan Stroud melakukan riset menyeluruh untuk
    melukiskan kerajaan penyihir dalam ceritanya, yang dikisahkan begitu luas
    . Membawa-bawa Baghdad, Perang Troya, dan aneka
    keterlibatan jin dalam banyak peristiwa historis dan mitologi. Dialog
    Mr. Sindra saat mengajarkan Nathaniel memetik lyra dengan benar agar
    dapat memanggil lamia mengingatkan saya pada pendapat-pendapat
    sejumlah kalangan religius mengenai \’bahaya\’ mendengarkan musik.
    Begitu pula tujuan menggambar dengan akurat yang diterangkan Ms.
    Lutyens, mengingatkan saya pada larangan guru agama
    perihal menggambar mahluk hidup.
    Dua kalimat berikut ini yang paling mendorong saya untuk terus
    membaca,
    \”Itu Gedung Parlemen, Sayangku, tempat seluruh penyihir andal pergi,
    untuk memerintah Inggris dan kerajaan kita.\”
    \”..semua kekuatan kita berasal dari demon. Tanpa bantuan demon, kita
    tak lain hanyalah pesulap murahan dan tukang obat.\”

    Tiga puluh halaman awal novel, yang saya beli enam bulan silam, ini masih
    meninggalkan impresi samar-samar. Saya menanti
    beberapa buku kemudian untuk melanjutkan membaca agar tidak
    terpengaruh kehebohan resensi dan kesan para penikmat yang sudah lebih
    dahulu menamatkan trilogi Bartimaeus. Permainan sudut pandang Jonathan
    Stroud benar-benar keterbaruan yang tak boleh dilewatkan. \’Aku\’
    menjadi \’dia\’ dari paragraf ke paragraf menuntut otak pembaca bekerja
    keras mengikuti sepak terjang Bartimaeus dan menepis kejemuan
    jauh-jauh, terutama ketika Sakhr-al Jinni dari Al-Ashir ini tengah
    berubah wujud.
    via BukuKita

    — Book Review (English) —
    Nathaniel had to forget my parents and identity when it becomes
    student magician named Arthur Underwood. He gained his affection
    placate the wife of the master and his art teacher, but felt
    disappointed by the cold attitude of Arthur as a result of necessity and obligation
    educate. Nathaniel tried to develop their own magical abilities
    and do things prematurely, simply because of hate
    despised.

    Fantasy story set in England charm lies mainly in
    Bartimaeus of Uruk character, genie called Nathaniel to
    steal the Amulet of Samarkand from the powerful magician Simon Lovelace’s residence.
    Her humor is bitter from chapter to chapter, making the novel
    the rather thick and difficult to remove this exciting. Bartimaeus refused
    positioned as a slave, especially after knowing the weak point
    Nathaniel. He can grip behind the master ciliknya anytime,
    although should be destroyed together. Kudos to the highest
    translators who translate smoothly, producing character
    that is so alive and entertaining

    Jonathan Stroud do thorough research to
    depicts the royal magician in the story, narrated so wide
    . Carry around Baghdad, the Trojan War, and various
    jin’s involvement in many historical events and mythology. Dialogue
    Mr. Nathaniel teaches Sindra when picking lyra properly so that
    Lamia can call to remind me of those opinions
    some religious circles about the \ ‘danger \’ listen to music.
    Similarly, the purpose to draw accurately described Ms.
    Lutyens, reminds me of the prohibition of religious teachers
    about drawing living things.
    The following two sentences are most encouraged me to continue
    reading,
    \ “That Parliament House, Darling, where the witches go reliably,
    to rule Britain and the royal we. \ ”
    \ “.. All our strength comes from the demon. Without the help of demons, we
    nothing but a cheap magician and charlatan. \ ”

    Thirty pages beginning of the novel, which I bought six months ago, is still
    leave vague impressions. I look forward
    some books and then to continue reading in order not to
    affected furor reviewer and the impression the audience is already more
    Bartimaeus trilogy finish first. Jonathan game standpoint
    Stroud really currency of which should not be missed. \ ‘I \’
    a \ ‘he \’ from paragraph to paragraph requires the reader the brain works
    Bartimaeus followed hard lunge and brushed off boredom
    away, especially when Sakhr al Jinni Al-Ashir of this middle
    transformed.
    powered by Google Translate
    [jtab/]

    Read Online ::
    Click the button below:

    powered by Google Books
    [/jtabs]

    [jbutton color="orange" size="normal" link="http://www.indowebster.com/Amulet_Smarkand.html" newpage="yes"]Download[/jbutton]

    [jbutton color="green" size="normal" link="http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Fantasi/54640-Trilogi-Bartimaeus--1:-Amulet-Samarkand.html" newpage="yes"]Buy This Book[/jbutton]

    The Bartimaeus Trilogy Book 2 – The Golem’s Eye by Jonathan Stroud

    Trilogi Bartimaeus Buku 2 Mata Golem The Golems Eye by Jonathan Stroud The Bartimaeus Trilogy Book 2   The Golems Eye by Jonathan Stroud
    [jtabs theme="cupertino" size="xxsmall"]
    Detail ::

  • Title: The Bartimaeus Trilogy Book 2 – The Golem’s Eye by Jonathan Stroud
  • No. ISBN: 9792229639
  • Author: Jonathan Stroud
  • Publisher:Gramedia Pustaka Utama
  • Year Published: 2007
  • Category: Novel
  • Language: Indonesian
  • [jtab/]

    Review ::
    — Resensi Buku (Indonesia) —
    Setelah berhasil jadi pahlawan di buku pertama dengan menggagalkan usaha pemberontakan Lovelace, peruntungan Nathaniel mulai bagus. Karirnya di pemerintahan terus meroket. Tapi hal ini tidak diimbangi dengan sikap rendah hati dan tidak sombong. Bahkan, Nathaniel malah jadi luar biasa menyebalkan. Hueeekkk… tingkah dan gayanya itu loooh, sok cool tapinya menjijikkan. Mungkin karena umurnya baru empat belas tahun ya, makanya dia masih labil. Semangatnya menggebu-gebu. Ia menjadi ambisius dan tidak peduli kepada orang lain.

    Diceritakan lewat tiga sudut pandang tokoh utamanya, Golem’s Eye membawa kita menyusuri jalanan di kota London, jejak-jejak budaya lewat bangunan-bangunannya, dan kerusakan yang ditimbulkan oleh munculnya Golem. London dikacaukan oleh penyerangan dan perusakan gedung-gedung penting. Puncaknya adalah hancurnya sebagian British Museum beserta artefak dan benda-benda sejarah lainnya yang tersimpan di sana.

    Pemerintah menganggap ini adalah ulah Resistence; kelompok yang terdiri dari para commoners, oposisi yang menginginkan pemerintahan Inggris dipegang oleh orang biasa yang tidak memiliki sihir. Kesimpulan ini mereka dapatkan setelah ditemukan bukti bahwa pengrusakan ini tidak meninggalkan jejak-jejak sihir.

    Tapi, kerusakan sebesar ini tak mungkin ditimbulkan oleh sebuah kelompok kecil anarkis mirip preman yang hobi mencuri bernama Resistance. John Mandrake, nama resmi Nathaniel, akhirnya memanggil Bartimaeus (jin level ke empat) untuk menyelidiki.

    Posisi Nathaniel di pemerintahan tergoncang karena kegagalannya menemukan dan mengatasi para pengacau ini. Bahkan masternya pun sudah malas membelanya. Apalagi dengan laporan Bartimaeus bahwa kekacauan ini disebabkan oleh Golem.

    Golem adalah semacam monster boneka raksasa dari tanah. Sumber kekuatannya adalah mantera yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Mantra ini ditulis oleh darah penyihir dan ditandatangani oleh pengendalinya. Perilaku monster ini seperti robot yang dikendalikan dari jauh. Di keningnya terdapat mata intelejensi yang berfungsi seperti kamera pengintai. Ia diselaputi oleh awan hitam mengerikan sehingga wujud aslinya hampir tak terlihat. Golem kebal terhadap segala jenis sihir. Cara untuk menaklukkannya adalah dengan mengambil mantra itu dari mulutnya. Hanya orang yang tak memiliki kekuatan sihir yang bisa melakukannya.

    Seluruh pejabat pemerintahan tak ada yang mempercayai bahwa semua ini ulah Golem, karena makhluk itu telah musnah waktu penyerangan Praha oleh William Gladstone, pahlawan Inggris sepanjang masa. Tetapi, Mandrake berhasil meyakinkan mereka, hingga ia diutus ke Praha untuk menyelidikinya.

    Pada saat itulah, kelompok Resistence membongkar makam keramat William Gladstone. Tanpa mereka tahu, mereka telah membangunkan jin level sembilan yang telah dimantrai untuk menjaga barang-barang Gladstone dan membunuh siapapun yang masuk. Semua anggota Resistence mati sebelum keluar makam tersebut, kecuali Kitty Jones dan seorang anak lelaki pengecut yang lari tanpa melawan; Nick. Kitty lolos membawa tongkat Gladstone yang memiliki kekuatan sihir tinggi.
    via BukuKita

    — Book Review (English) —
    After a successful hero in the first book to frustrate the rebellion Lovelace, Nathaniel started good luck. His career in government continue to skyrocket. But this is not matched by an attitude of humility and not arrogance. In fact, Nathaniel even so incredible annoying. Hueeekkk … attitude and style that loooh, quasi cool the but disgusting. Maybe because she’s only fourteen years old yes, that’s why he’s still unstable. The passionate zeal. He became ambitious and did not care to others.

    Told through the perspective of three main characters, Golem’s Eye takes us through the streets of London, traces of the culture through its buildings, and the damage caused by the emergence of Golem. London disrupted by the attack and destruction of important buildings. The climax is the destruction of most of the British Museum along with artifacts and other historical objects are stored there.

    The Government considers this is the act of Resistance; group consisting of the commoners, opposition which wants the UK government are held by ordinary people who do not have the magic. This conclusion is they get after having found evidence that this destruction does not leave traces of magic.

    But, the damage of this magnitude can not be caused by a small group of anarchist-like thugs who like to steal the name Resistance. John Mandrake, the official name of Nathaniel, finally summon Bartimaeus (jin level to four) to investigate.

    Nathaniel positions in government shaken because of failure to find the vandals and overcome this. Even the master had been lazy defense. Especially with Bartimaeus reports that the chaos is caused by a Golem.

    Golem is a kind of monster giant puppets from the ground. Source of strength is the spell that put into his mouth. Mantra is written by blood wizards and signed by the controller. The behavior of this monster as a remotely controlled robot. On the forehead there is intelligence that serves as the eyes of surveillance cameras. He diselaputi by the horrible black cloud so that the original form is almost invisible. Golem is immune to any kind of magic. The way to conquer it is to take the spell of his mouth. Only people who do not have magical powers that can do it.

    All public officials who believe that there is no all it’s the Golem, the creature has perished since the invasion of Prague by William Gladstone, British hero of all time. However, Mandrake managed to convince them, until he was sent to Prague to investigate.

    At that point, the sacred tomb of Resistance dismantle William Gladstone. Without them knowing, they had to wake genie who has charmed the nine levels to keep the goods Gladstone and kill anyone who entered. All members of the Resistance die before exiting the tomb, except for Kitty Jones, and a boy coward who ran away without a fight; Nick. Kitty escaped Gladstone had sticks that have a high magic power.
    powered by Google Translate
    [jtab/]

    Read Online ::
    Click the button below:

    powered by Google Books
    [/jtabs]

    [jbutton color="orange" size="normal" link="http://www.indowebster.com/Mata_Golem.html" newpage="yes"]Download[/jbutton]

    [jbutton color="green" size="normal" link="http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Fantasi/54965-Trilogi-Bartimaeus--2:-Mata-Golem---The-Golems-Eye.html" newpage="yes"]Buy This Book[/jbutton]

    Cinta Brontosaurus by Raditya Dika

    cinta brontosaurus raditya dika Cinta Brontosaurus by Raditya Dika

    Title: Cinta Brontosaurus
    No. ISBN: 9797800598
    Author: Raditya Dika
    Publisher: GagasMedia
    Year Published: 2008
    Category: Novel
    Language: Indonesian
    Resensi:
    Read more

    Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!